FILM Suka Duka Tawa akan mengocok tawa penonton bioskop. Film yang disutradarai Aco Tenriyagelli ini dibintangi trio komika, yakni Bintang Emon, Arif Brata, dan Gilang Bhaskara. Film ini segera tayang di bioskop.
Bintang Emon mengaku sempat terkejut mengetahui bahwa Aco Tenriyagelli yang bukan berasal dari dunia stand up, justru berhasil menggarap film dengan latar kehidupan komika secara autentik. “Agak heran juga sih, kok Aco bisa mengerti banget dunia stand up, padahal dia bukan dari komunitas itu. Tapi ternyata hasilnya keren,” katanya.
Sinopsis Suka Duka Tawa
Suka Duka Tawa menghadirkan kisah yang unik dan penuh makna tentang perjalanan seorang komika perempuan yang berusaha menertawakan luka masa lalunya. Film ini diproduksi oleh BION Studios dan Spasi Moving Image, dengan Tersi Eva Ranti serta Ajish Dibyo duduk sebagai produser.
Film ini berpusat pada sosok Tawa, diperankan oleh Rachel Amanda, seorang stand up comedian yang menjadikan kisah tragis dalam hidupnya sebagai bahan lelucon di atas panggung. Di balik tawa yang ia bagikan, tersimpan masa lalu kelam: ayahnya, Keset, meninggalkan dirinya sejak kecil untuk mengejar impian menjadi pelawak televisi. Rasa kehilangan dan trauma itu kemudian ia ubah menjadi kekuatan untuk bertahan, sekaligus inspirasi dalam karier komedinya.
Tawa tidak sendiri. Ia dikelilingi oleh teman-teman satu kost yang menjadi bagian penting dalam kehidupannya. Ada Fahri yang diperankan oleh Gilang Baskara, Rais yang diperankan oleh Arif Brata, dan Iyas yang diperankan oleh Bintang Emon, mereka merupakan tiga sahabat yang menjadi bagian dari “Geng Kostannya Tawa”. Sementara di sisi lain, masa lalu Tawa juga berkaitan dengan “Geng Bapaknya,” yang terdiri dari Japon (Mang Saswi) dan Anggun (diperankan oleh Nazira C Noer). Melalui interaksi antargenerasi ini, film menggali tema tentang hubungan keluarga, penerimaan, dan bagaimana komedi bisa menjadi cara seseorang menyembuhkan diri.
Selain jajaran pemeran utama, Suka Duka Tawa juga menampilkan sejumlah nama populer. Mereka antara lain Enzy Storia, Abdel Achrian, Myesha Lin, Runny Rudiyanti, dan Agnes Naomi. Dari kisahnya, Suka Duka Tawa tidak hanya menyoroti dunia stand up comedy, tetapi juga menghadirkan refleksi mendalam tentang bagaimana tawa dan duka sering berjalan beriringan. Di tangan Aco Tenriyagelli, film ini menjanjikan perpaduan antara humor segar, drama emosional, dan pesan tentang keberanian untuk berdamai dengan masa lalu.
sumber : tempo.co